Buat Kimchi Sendiri di Rumah, Yuk!

I LOVE kimchi! Tapi, Angga gak suka, dan semua orang lain di rumah gak suka. Malahan, ada teman kantor yang bilang baunya kayak bangkai. Duh!!!! Kadang agak malas buat makanan yang hanya disukai sendiri, malas makannya, gak seru aja gitu. Jadi kadang aku suka buat sedikit aja dan makan sendiri.

Dari sumber yang aku baca, ternyata kimchi awalnya adalah lobak yang diawetkan dengan cara diberi garam, pada saat itu cabai belum masuk ke Korea. Musim dingin yang sangat dingin di Korea membuat masyarakat pada waktu itu berpikir bagaimana cara agar dapat bertahan di musim dingin yang keras dan panjang. Ternyata hal ini membuat mereka menjadi ahli mengawetkan dan memfermentasikan makanan. Contoh makanan selain kimchi adalah wine, doenjang (pasta kedelai), kecap asin, chotkal (ikan asin yang difermentasikan).

Sekitar tahun 1300-an di dinasti Joseon, cabai mulai dikenalkan ke masyarakat Korea. Pada saat itu, sawi putih belum terlalu digemari walau cukup sering digunakan untuk membuat kimchi. Bahan-bahan populer lain yang digunakan untuk membuat kimchi pada saat itu yaitu lobak, mentimun, kucai, rebung, dan sejenis sawi hijau.

Sekitar tahun 1800-an, masyarakat mulai menambahkan ikan yang difermentasikan pada kimchi mereka. Dan pada era yang sama, kimchi sawi putih yang kita kenal sekarang semakin disukai, menggeser popularitas kimchi lobak dan mentimun. Info ini aku ambil dari sini.

Walau begitu, aku bukan ahli dalam membuat kimchi ini. Proses pembuatan kimchi ini sebenernya tidak jauh beda dengan pembuatan sayur asin yang menggunakan sawi pahit. Bedanya adalah, kimchi menggunakan banyak bawang dan bubuk cabai, ada juga penambahan seafood yang difermentasikan. Dengan bekal 4 kali membuat kimchi sendiri, kali ini aku akan coba sharing resepnya ke teman-teman, semoga bermanfaat ya! Resep ini menggunakan resep dari maangchi, dan aku sesuaikan dengan seleraku.

Hasil jadi dari resep ini adalah 2 box bekal standard. Jika teman-teman merasa terlalu banyak, cari kawan yang suka kimchi dan berbagilah dengannya. Dijamin temanmu bahagia…

Bahan-bahan:

Sawi putih (1,5 kg), garam, air, tepung beras (tepung beras bisa diganti dengan kentang rebus jika suka), gula putih (ini bisa diganti dengan apel atau pear jika suka), jahe, bawang bombay, kecap ikan (aku gak pakai, jadi ganti dengan air/kaldu rumput laut+garam), cumi asin yang difermentasi (aku gak pakai), kucai (aku gak pakai), daun bawang, wortel, lobak (aku gak pakai), bubuk cabai Korea atau Gochogaru

Pertama siapkan sawi putih, dan potong-potong.

Lumuri dengan air garam. Untuk 1,5 kg kimchi, membutuhkan garam sekitar 1/3 cup atau sekitar 100 gram.

Diamkan kurang lebih sekitar 1,5 – 2 jam. Lalu bilas dengan air mengalir sambil direndam sebanyak 3 kali. Jika sudah dibilas, keringkan (kalau aku agak aku peras sedikit jadi lebih kering).

Kimci-8

Sambil menunggu sawi asin yang digarami, siapkan bumbu untuk merendam sawi putih. Masak 1 cup atau 235 ml air dengan 20 gr tepung beras. Masak dengan api kecil hingga mengental, kemudian masukkan 19 gr gula putih. Aduk hingga larut dan matikan kompor.

Untuk membuat pasta kimchi, siapkan 1/3 cup atau 40-50 gr bawang putih, 1/3 cup atau 40-50 gr bawang bombay, 1/3 cup atau 79 ml kecap ikan (aku ganti dengan air+garam, atau kadanf kaldu rumput laut+garam), 1 sdm jahe. Blender hingga halus dan masukkan sekitar 80 gr bubuk cabai Korea (bisa dikurangi atau dilebihi sesuai selera). Icip-icip apakah rasanya sudah pas.

Jika teman-teman ingin kimchi dengan versi yang lebih ringan, tinggal kurangi saja bawang putih dan bawang bombay nya. Sekali lagi, ini tergantung kreasi dan selra teman-teman.

Kimci-9

Di resep Maangchi menggunakan cumi asin atau udang asin yang difermentasikan, tapi karena aku gak biasa nambahin seafood di makanan yang aku fermentasiin, aku skip ini.

Iris serong 3-4 batang daun bawang, 1 ikat kecil kucai (aku gak pakai), 3/4 cup lobak yang diiris halus (aku gak pakai), 4 buah wortel yang diiris halus (aku agak lebihkan dari resep asli, karena aku suka kimchi yang banyak wortelnya, hehehehe…)

Kimci-10

Aduk wortel, daun bawang dengan pasta kimchi yang sudah disiapkan.

Kimci-11

Aduk hingga rata.

Kimci-12

Campurkan dengan sawi putih yang sudah dilayukan dengan garam.

Kimci-13

Siapkan wadah kedap udara yang terbuat dari plastik atau gelas. Diamkan selama 24 jam, dan jika sudah selesai masukkan ke dalam kulkas untuk memperlambat proses fermentasi.

Kimci-2

Kimci

Setelah proses fermentasi selama 24 jam ini, kimchi akan berubah menjadi bergas, berair dan asam. Oleh karena itu, jika ingin setiap kali dapat menikmati fresh kimchi, sisakan sebagian kimchi dan langsung masukkan ke dalam kulkas tanpa difermentasikan di suhu ruang. Ini dapat memperlambat proses fermentasi kimchi. Kalau aku suka kimchi yang sudah asam, jadi aku fermentasikan semua, hehehehe… Kimchi yang sudah terfermentasi enak dinikmati begitu saja dengan nasi hangat dan ditaburi wijen sangrai, yummm!

Tanda jika kimchi yang teman-teman buat berhasil adalah muncul gelembung dan kimchi menjadi semakin berair.

Jika kimchi yang teman- teman buat semakin asam, teman-teman dapat memasak sup kimchi dengan daging babi atau sapi (kimchi jjigae), sup kimchi dengan tofu, nasi goreng kimchi, kaldu hotpot, dicampurkan ke mie instant, dll…

Bubuk cabai Korea sebaiknya tidak diganti dengan bubuk cabai lokal. Kenapa? Karena aroma bubuk cabai Korea ini memiliki rasa aroma yang khas. Teman-teman bisa membeli bubuk cabai ini online atau kalau aku beli di Mu Gung Hwa yang di Ruko Pinangsia Lippo Karawaci Tangerang. Aku beli yang ukuran 200 gr dengan harga sekitar 100 ribu rupiah. Agak mahal ya? Jangan khawatir, bubuk cabai ini bisa digunakan untuk berbagai macam masakan Korea yang enak-enak! Jika sudah digunakan, simpan bubuk cabai di lemari es bagian freezer agar tidak dijamuri.

Bagaimana jika tidak mau menggunakan cabai bubuk Korea? Pertama dan kedua kali aku membuat kimchi ini, aku menggunakan cabai mentah, bubuk cabai lokal dan cabai rebus. Hasilnya? Ketiganya bisa juga dan bisa dimakan, tapi aku lebih suka pakai bubuk cabai Korea. Ada aroma manisnya dan baunya lebih khas.

Jangan diliatin aja foto-foto dan resepnya, kalau penasaran silakan coba ya teman-teman! Jika masih ragu silakan tinggalkan komen.

Kimci-14

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s