Trip ke Bromo-Air Terjun Madakaripura, Perjalanan Pertama Petualang Cemen

Walau sudah berlalu 3 tahun, namun kami masih cukup mengingat pengalaman jalan-jalan pertama kami. Waktu itu awalnya hanya iseng ajak teman-teman. Eh ternyata ada beberapa yang mau kami ajak, yes!

Kami pergi pada saat long weekend libur Nyepi, jadi kami menghabiskan waktu 3 hari di Malang-Bromo ini. Ada banyak sekali opsi perjalanan ke Bromo yang teman-teman bisa pilih. Waktu itu kami memilih naik pesawat ke Surabaya, carter mobil lalu menginap di Merbabu Guesthouse, Malang. Hari pertama kami habiskan di Jatim Park, dan malamnya kami pergi menuju Gunung Bromo dari Malang.

Bromo - Madakaripura-22.JPG

Harga sewa mobil Malang – Bromo PP pada saat itu adalah 1,2 juta, ini sudah termasuk perjalanan ke Bromo dan air terjun Madakaripura. Awalnya kami dijanjikan dijemput pada pukul 1 pagi dini hari. Namun karena pada saat itu libur long weekend kami disms lagi dan mereka bilang akan dijemput jam 12 malam. Tak lama mereka sms kami kembali dan mengatakan jam 11 saja, karena takut macet. Bisa bayangkan betapa ngantuknya kami waktu itu. Kami hanya sempat tidur sejam.

Tepat pukul 11 malam, Pak Dji (supir kami) datang menjemput kami menggunakan mobil Avanza dan kami memulai perjalanan kami yang cukup panjang. Kira-kira pukul 1-2 dini hari kami sampai di rumah penduduk yang menyewakan jeepnya. Di situ udara sudah terasa sangat dingin, dan kami memakan bekal kami yang telah dibekalkan oleh pihak hotel.

Sekitar pukul 2 pagi, kami memulai perjalanan kami. Satu jeep muat sekitar 4-6 orang, kalau kelebihan muatan rasanya akan sangat tidak nyaman, mengingat perjalanan ini cukup jauh. Pada saat terakhir kali kami ke sana harga tiketnya belum terlalu mahal, kalau tidak salah untuk mobil dan 6 orang penumpang sekitar 100-150ribu rupiah.

Kami tiba di parkiran Pananjakan sekitar pukul 4 pagi, dan mobil sudah tidak bisa parkir di atas karena sudah dipadati pengunjung. Kami pun agak kesulitan ketika ingin menikmati sunrise karena spot untuk melihat sunrise sudah dipadati manusia. Kami sangat sulit untuk masuk atau keluar dari tempat tersebut, sangat tidak nyaman. Kami sarankan jika ingin ke Bromo baiknya jangan pada saat long weekend, atau bisa juga mengunjungi spot sunrise lainnya yang lebih sepi.

Beberapa kawan kami memutuskan untuk tetap di sana hingga sunrise, namun kami memilih turun dan menikmati pemandangan di bawah saja.

Pemandangan di bawah juga tidak kalah cantiknya, mata terus-terusan dimanjakan oleh keindahan Gunung Bromo.

Bromo - Madakaripura-3

Sewaktu kami turun dan menuju kawah Gunung Bromo, jalannya agak penuh dengan kendaraan dan agak mengerikan karena jalannya turunan yang agak terjal dan macet. Supir yang membawa kami masih muda, namun sudah terampil membawa mobil jeep itu. Kami sempat berhenti sebentar di satu spot kemudian berfoto-foto. Ketika matahari muncul udara sudah tidak sedingin waktu subuh, dan agak terasa sedikit hangat. Namun sinar matahari yang menyorot cukup silau.

Parkiran di spot Kawah Bromo ini sudah dipenuhi oleh pengunjung. Kami tidak sempat naik ke atas, jadi hanya menikmati pemandangan di bawah.

Bromo - Madakaripura-6

Bromo - Madakaripura-7.JPG

Bromo - Madakaripura-8.JPG

Ada kejadian yang agak mengesalkan, toilet di sini terlalu penuh dan tidak ada air. Aku akhirnya menahan untuk buang air kecil dan menunggu hingga kami tiba di rumah Mas Supir Jeep.

Jalanan yang awalnya hanya pasir pun kemudian semakin menghijau.

Bromo - Madakaripura-13.JPG

Kalau ada tempat yang ingin kami kunjungi lagi, mungkin ya Bukit Teletubbies ini.

Bromo - Madakaripura-9

Kami berusaha menikmati dan merekam baik-baik momen pada saat itu. Mungkin beberapa orang berpikir, “ini seperti di Eropa”, atau “ini seperti di New Zealand”. Hey, ini Indonesia lho, jangan dibanding-bandingkan. Alam Indonesia pun memiliki kecantikan dan keunikan tersendiri!

Bromo - Madakaripura-11

Bromo - Madakaripura-10

Bromo - Madakaripura-12

Rasanya ingin berlama-lama di sini dan tidak ingin pulang. Namun apa boleh buat, kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju Pasir Berbisik.

Bromo - Madakaripura-14

Di sekitar kami hanya ada pasir. Namun pemandangan nya sangat indah.

Karena semalamnya hanya tidur sebentar rasanya sangat mengantuk dan lelah. Kami pun turun gunung untuk melanjutkan perjalan ke air terjun Madakaripura.

Bromo - Madakaripura-19

Bagi teman-teman yang masih asing akan nama air terjun ini, mungkin teman-teman harus mampir ke sini juga deh kalau sedang jalan-jalan ke Bromo. Karena cantik banget pemandangannya. Konon juga Patih Gajah Mada yang terkenal itu bertapa moksa di air terjun ini, lho! Unik banget, ‘kan?

Kami tiba di air terjun Madakaripura sekitar pukul 1 siang dan makan siang dulu sebentar di warung-warung yang ada di pintu masuk air terjun Madakaripura. Sekitar pukul 2 siang kami menuju air terjun, ditemani oleh para guide (atau preman) yang memaksa ingin mengantar kami. Kami berkenalan dengan sekelompok traveller dari Jakarta, dan patungan untuk membayar guide itu. Teman-teman hati-hati ya sama preman di sini!

air-terjun-madakaripura-007
Foto diambil dari sini.

Trek untuk menuju air terjun ini tidak begitu sulit, namun harus tetap berhati-hati. Kami beberapa kali melewati sungai dan memang harus hati-hati agar tidak terpeleset.

air-terjun-madakaripura-005.jpg
Foto diambil dari sini.

Sayang tidak banyak foto yang kami ambil, karena takut hp atau kamera yang kami bawa kebasahan. Jadi kami pada saat tiba di air terjun kami meminta teman traveller yang jalan bersama kami.

Barangkali teman-teman penasaran sama air terjun yang cantik ini, ini foto yang kami ambil dari beberapa sumber.

air-terjun-madakaripura-014
Foto diambil dari sini.

Ketika sudah tiba di spot ini, banyak yang menjajakan jas hujan plastik karena air yang menetes dari dinding-dinding tebing  mengalir seperti air hujan. Kami sarankan jika temen-teman ingin foto di sini bawa payung, kamera/hp anti air, atau jika tidak ada bawa sarung yang bisa melindungi gadget teman-teman.

Namun ini bukan air terjunnya, teman-teman. Jika ingin melihat air terjun harus naik lagi, dan jalannya agak sempit dan agak perlu sedikit usaha untuk naik. Seperti ini pemandangan di air terjun Madakaripura. Temaa-teman perhatikan deh orang-orang di bawahnya keliatan sangat kecil. Air terjun Madakaripura ini merupakan air terjun tertinggi di Pulau Jawa, lho! Dengan ketinggian 200m, hal ini juga menjadikan air terjun Madakaripura menjadi air terjun tertinggi kedua di Indonesia. Indah banget ya!

air-terjun-madakaripura-probolinggo-jawa-timur.jpg
Foto diambil dari sini.

Perjalanan Bromo – Air Terjun Madakaripura ini cukup memakan waktu. Kami memulai perjalanan dari pukul 11 malam, dan tiba di Malang sekitar pukul 6-7 sore, karena jalanan cukup macet. Kami sarankan jika ingin berwisata ke Bromo dan air terjun Madakaripura seperti kami jangan pada saat long weekend, jadi waktu tidak terbuang banyak di jalan.

Walau begitu kami sangat senang bisa ke sini, kami juga semakin bangga akan alam Indonesia yang indah dan kaya. Sampai ketemu di catatan perjalanan berikutnya!

Bromo - Madakaripura-23

 

 

Iklan

2 Comments Add yours

  1. jeaneliang1207 berkata:

    Bukit teletubies bagus mid.. Ak foto dsana tp pd nyangka nya ak lg jln2 ke swiss 😂😂
    Syg pas ak ksana, bunga2nya lg ga mekar..

    Suka

    1. petualangcemen berkata:

      Hi Jeane,

      Iya Bukit Teletubbies emang cakep bangettt. Jatuh cinta banget sama pemandangannya, bikin pengen lama-lama di sana. Kamu ke sana bulan apa? Katanya kalau mau bagus itu pas musim hujan atau bbrp saat setelah musim ujan, jadi rumputnya ijo-ijo. aku ke sana dulu waktu bulan Maret, jadi masih ijo dan ada bunga.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s