Perjalanan Panjang Menuju Jogjakarta

Pernah ngalamin pengalaman buruk pas lagi jalan-jalan?

Kami PERNAH. SERING sebenarnya tapi ini mungkin yang terburuk dan terparah.

Itu mungkin hari terburuk yang pernah kami alami. Tapi seperti kata pepatah, semakin buruk hal yang kamu alami, kamu juga jadi semakin kuat dan berpengalaman. Kami juga jadi belajar, seburuk apapun masalah itu pasti bisa kami lewati dengan baik. Karena jalan-jalan pun kadang banyak duka nya, bukan suka aja. Mungkin bisa mampir ke postingan kami soal ini di sini,

Waktu itu kami sudah sampai di Stasiun Senen jam 6 pagi dan waktu mau masuk ternyata, zzzonnnkkkk!!!! Salah beli tiket. Bisa bayangkan betapa shocknya kami waktu itu. Aku mendadak muntah-muntah. Kami berkeliling terminal bus cari cara bagaimana supaya bisa sampai ke Jogja. Sedikit harapan muncul, kami naik bis yang kemudian menjadikan pengalaman naik bis ke Jogja itu menjadi hal yang tidak mau kami lewati lagi, sama sekali, tidak mau, titik (mungkin masih mau, nanti aku rayu dulu Angga nya, hahaha…). Jadi di momen seperti ini aku mau minta maaf–lagi–ke semua yang ikut waktu itu, ke Angga, ke Lando (hahahaha, Landa maksudnya…), sama Nikoh.

Mungkin karena teledor, karena mungkin sudah jalannya juga, padahal ini pekerjaanku sehari-hari di kantor, urus tiket segala macam. Urus tiket sendiri malah gak becus. #merasadown #merasabersalah #nangisdipojokan #huahuaahhh

Sewaktu bus kami sudah tiba di Kartasura, kami pindah ke bus kecil. Kondekturnya bus ini teriak, “Jogjaaa… Jogja….” dengan logat Jawa yang kental. Kami seperti mau teriak, AKHIRNYA SAMPAI JUGAAAA!!!!! Setelah menempuh 24 jam perjalanan. Dooohhhh!!! Dari Kartasura bus tersebut masih berjalan lagi selama kurang lebih satu jam hingga akhirnya kami turun di dekat halte Trans Jogja Prambanan. Di sini kami janjian bertemu temannya Angga, Nina dan kembarannya Nanang yang merupakan penghuni Klaten. #peluk #kangenkalian

Jogjakarta H1

Selanjutnya kami naik trans Jogja dan turun di halte terdekat dengan penginapan yang telah kami booking. Nanang tidak ikut dengan kami karena hari itu Nanang masuk kerja. Keliling Jogja naik Trans Jogja ini seru juga dan hemat ternyata, per orang hanya bayar Rp. 3.500 waktu akhir tahun 2015 silam.

Jogjakarta H1-2.JPG
Pagi yang cerah di Jogja

Kami senang setelah melewati hari dan malam yang begitu berat dan penat kami disambut dengan pagi yang indah dan cerah di Jogja… Setelah sampai penginapan kami mandi dan makan sarapan. Sayang kami tidak bisa menginap di Ki Ageng Prestise Hotel ini, pemilik penginapan ini sangat ramah dan perhatian bahkan sempat menawarkan menjemput kami.

Setelah beres kami mampir ke alun-alun dan foto-foto.

Jogjakarta H1-3

Jogjakarta H1-4

Setelah itu kami ke Tamansari, jaraknya sangat dekat dengan alun-alun. Di Taman Sari ini kami makan lagi, hehehehe… Karena lelah banget dan laparrr…

Jogjakarta H1-5

Jogjakarta H1-6

Taman Sari ini cantik banget, sayang kami gak lama-lama di sana. Waktu kami ke sini suasana nya agak ramai, agak penuh dengan pengunjung.

Jogjakarta H1-7

Di pintu keluar kami melihat ada Bapak yang sedang asyik membuat wayang. Entah Beliau sedang membuat wayang apa, nampaknya sangat serius. Eh, tapi bohong deh, ini si Bapak lagi pose lho, hahahaha… Si Bapak ini memang sedang membuat wayang, namun sesekali ada turis yang lewat di depan beliau, foto-foto kegiatan membuat wayang yang beliau lakukan. Dan si turis akan memberikan uang seikhlasnya kepada si Bapak. Seperti kata pepatah, sekali dayung, dua pulau terlewati, hehehehe…

Jogjakarta H1-8

Jalan keluar dari area Taman Sari ini agak membingungkan. Tapi walau begitu kami sempat melewati musisi jalanan. Hal-hal kayak gini yang bikin kami kangen Jogja.

Jogjakarta H1-11

Akhirnya bisa keluar juga…

Jogjakarta H1-10
Taman Sari dari kejauhan

Jogjakarta H1-9

Kami melewati Kampung Cyber yang katanya sempat dikunjungi oleh Mark Zuckerberg. Keren ya!

Sempat terjadi kejadian kocak sewaktu kami mau jalan kembali ke penginapan. Aku dan Nina satu motor, dan Angga, Landa, Nikoh di motor yang lain bertiga (jangan ditiru). Jadi kami awalnya membuntuti mobil polisi. Tapi tiba-tiba Nikoh dengan pede nya malah menyalip mobil polisi. Aku kayak kaget kok bisa-bisanya si Nikoh ini, takut, tapi juga jadi lucu, ketawa sampai terkencing-kencing, wkwkwkwkwkwkwkwk. Mereka sudah naik motor bertiga, gak pakai helm juga, eh malah salip mobil polisi, jadi buntutin mobil polisi, kesannya pede banget. Sudah dag dig dug ser takut ditilang. Mobil polisi juga berjalan searah dengan kami, mereka yang tidak tau itu merasa sedang dikejar, jadi ngebut dan belok terus tiap ada tikungan, hahahaha… Lalu kami berjalan ke arah yang agak sepi dan berhenti. Setelah menyadari mobil polisi sudah tidak di belakang kami, kami baru melanjutkan perjalanan lagi, fiuhhh…. Seru banget, berasa di adegan kejar-kejaran di film action!

Dari Ki Ageng Prestise ini, kami mengantar Nina ke halte Trans Jogja terdekat dan melanjutkan perjalanan kami menuju ke Magelang.

Iklan

One Comment Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s