Antara Kagum dan Kapok ke Gunung Padang

img_20150816_084108

Katanya Indonesia punya situs Megalithikum yang gak kalah kerennya sama Stonehenge-nya Inggris. Namanya Gunung Padang, lokasinya di Kabupatan Cianjur gak jauh dari Ibukota, kalau dari Tangerang ya sekitar 160 km.

untitled

Pada saat kami ke sini pun itu tidak benar-benar direncanakan, walau sebenarnya sudah ada niat dari beberapa tahun yang lalu ingin ke tempat ini. Kebetulan ada tanggal merah 17 Agustus, jadi kami pikir menghabiskan malam di Gunung Padang adalah ide yang bagus! Setelah mengajak beberapa kawan, ternyata semua sibuk, jadi yang ikut hanya Niko, Landa, Seno, dan kami si Petualang Cemen, hehehe…

Nah, bagaimana caranya kalau mau ke sini? Ada beberapa opsi, bisa naik kendaraan pribadi atau umum, kali ini kami naik kendaraan umum aja, yaitu naik kereta. Jadi dari Tangerang kami naik KRL ke Bogor, kemudian dilanjutkan naik KA Pangrango/Siliwangi di Stasiun Paledang, lalu beli tiket menuju Stasiun Lampegan. Mungkin ada kawan-kawan yang belum tahu dimana stasiun Paledang, letaknya di seberang stasiun Bogor. Ohya, jika ingin naik KA Pangrango ini ada baiknya booking tiket beberapa hari sebelumnya, karena saat weekend tiket lebih cepat habis. Kami naik yang ekonomi waktu pergi dan eksekutif pada saat pulang, yang membedakan hanya seatnya aja sih, yang eksekutif jelas lebih nyaman.

img_20150816_144208

Kami berangkat dari stasiun Tangerang pukul 5 pagi dan tiba di stasiun Bogor pukul 07.30. Sebenarnya kalau lancar 2 jam perjalanan bisa tiba di Bogor, namun kadang ada saja hambatannya. Jadi pastikan kalian tiba di Stasiun Paledang lebih awal, supaya gak ketinggalan kereta.

situ-gunung-2

Pemandangan sepanjang jalan didominasi sawah-sawah hijau yang menghampar luas, cukup memanjakan mata, namun kami malah tidur sepanjang perjalanan. Kami turun di Stasiun Lampegan. Pernah dengar soal stasiun yang satu ini?

gunung-padang-28

Stasiun ini sudah lama berdiri sejak jaman kolonial Belanda, tahun 1882. Di terowongan Lampegan konon ada cerita-cerita mistisnya, hihihihi… Tapi tenang guys, waktu ke sini aman banget kok tempatnya.

Bagaimana cara menuju ke Situs Gunung Padang? Opsi pertama jalan kaki, dan opsi kedua, naik ojek. Jaraknya sekitar 7-8km, dengan waktu perjalanan 1-2 jam jalan kaki, tergantung seberapa banyak selfienya. #grin Jika teman-teman senang jalan kaki, silakan jalan kaki, sebenarnya pamandangan sepanjang jalan cukup indah, kontur jalan agak naik turun namun landai. Kami suka naik ojek karena gak capek. Tapi kami juga suka opsi jalan kaki (walau capek dan menyiksa, hahaha…), karena gratis. Huahahahahaha… Tapi bukan karena gratis aja sih, karena di sepanjang jalan itu ada perkebunan teh, udaranya juga nyaman. Jadi si Cemen naik ojek apa jalan kaki sih?

gunung-padang-29

Tiba di stasiun, para ojekers menghampiri kami dan menawari (memaksa) kami untuk naik ojek mereka, dan diberi harga 50.000 rupiah saja sekali jalan. Heran banget ya, masa di kota naik ojek jarak jauh gak sampe ceban, di kampong yang deket begitu sampe goban! #jawdrop Akhirnya nawar-nawar kami dikasih harga 60.000 rupiah bolak balik. Yang ternyata itu masih mehong kata ibu-ibu warung, harusnya cuman 30.000 rupiah aja, paling mahal juga 40.000 rupiah. #kesal #dibohongintukangojek #pengennimpuk

gunung-padang-19

Karena kami gak suka dibohongin, dan kami pelit, jadi pas pulang kami keukeuh jalan kaki! Jadi bayar ke si tukang ojek 30.000 aja (yang harusnya itu bisa buat bolak-balik, hikkkssss…)

gunung-padang-27

Kami tiba di Situs Gunung Padang hampir tengah hari, dan langsung mencari penginapan. Tahun 2015 lalu pada saat kami ke sana tidak ada penginapan di sini, jadi jangan harap ada penginapan yang nyaman, bersih dan bagus ya. Kami menginap di rumah warga, ada rumah beberapa warga yang memang disiapkan untuk para wisatawan yang ingin bermalam. Pada saat itu, biaya menginap semalam sebesar 300.000 rupiah, muat untuk kami berlima. Aku tipe orang yang jijikan, jadi penginapan itu harus bersih, itu nomor 1. Tapi pas ke sini, karena kurang bersih, jadi gak bisa tidur semalaman… Ohya, jangan khawatir jika tidak bawa bekal, karena di sini ada beberapa warung nasi. Kami sih bawa bekal waktu itu, jadi siangnya kami makan bekal dari rumah saja.

Jika kalian tidak ingin menginap dan ingin one day trip aja juga sebenarnya bisa. Tapi jadwalnya agak penat sih, harus buru-buru dan sesuaikan sama jadwal kereta. Kami waktu itu berpikir begitu jadi kami putuskan menginap semalam.

Esoknya kami diminta bangun agak pagi, sekitar pukul 04.30 untuk trekking menuju Gunung Padang. Kami dipandu oleh Abah Dadi selaku guide yang menjelaskan tentang Gunung Padang kepada kami. Selain kami masih ada beberapa pengunjung lain, beberapanya malah single packer aja naik motor, ada yang dari Bekasi dan Purwokerto. Wow banget ya! Ada dua jalur yang bisa ditempuh, jalur asli, dan jalur landai. Saran kami coba saja keduanya. Namun jika ke sini bersama orang tua, saran kami lewati jalur landai saja.

gunung-padang-10

Katanya kalau jalur utama ada 378 anak tangga, dan jalur landai ada 700 anak tangga. Coba bandingkan keduanya ya…

IMG_20150816_055208.jpg

img_20150816_085110

Keberadaan Gunung Padang yang tersusun oleh batuan andesit ini mulai terekspos tahun 1914 oleh sejarawan Belanda NJ. Krom. Diperkirakaan sudah ada dari abad 2500-4000 SM.

Kami di sini gak menjelaskan tentang kisah Gunung Padang, jadi biar pada penasaran dan datang sendiri untuk buktikan, hihihi… Berikut foto-foro kami selama di sana, kebanyakan isinya malah foto narsis, hahahaha…

Oiya, kami yang berencana ingin melihat sunset, ternyata agak gagal… Tapi lumayan masih bisa dapat foto-foto silhouette…

Tepat di sebelah kanan pintu masauk ada sebuah sumur kehidupan yang dipercaya warga bisa membawa berkah. Salah satu kawan kami, Nikoh mencuci muka di situ tapi katanya airnya agak berbau, hahaha…

gunung-padang-11

Kalau jalan ke Gunung Padang ini jangan lupa beli oleh-oleh gula aren. Gulanya enak banget,  beda sama yang dijual di kota. Siang kami berkemas dan langsung pulang, jalan kaki… Pemandangan selama jalan pulang bagus banget walau udaranya cukup panas, hahaha…

Sampai jumpa lagi Gunung Padang!

gunung-padang-17

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s