Kepedesan Makan Ayam Gepuk Pak Gembus

Kami gak tau soal ayam gepuk Pak Gembus ini sebelumnya. Mungkin jodoh (alasan), atau mupeng, atau laper, hehehe. Siangnya iseng-iseng liat youtube terus nyasar di channel nya Kak Ria, dan liat vlognya di youtube. Entah kenapa liat dia makan sambal kayak lagi gadoin abon, hahahaha. Bikin nelen ludah, SERIUS.

Pernah juga beberapa kali liat vlog makanan yang vloggernya makan cabe kayak makan cemilan atau dicemilin kayak makan kacang goreng. Kami suka banget liat vlognya Mark Wiens, dan ada di salah satu vlog dia yang cobain Soto Betawi, itu asli bikin nelen ludah liat dia makanin cabe rawit di setiap suapannya. Aku sih hobi banget deh makan pedes, klo Angga kebalikan aku, gak suka dan gak kuat.

Pas tau namanya Ayam Gepuk Pak Gembus langsung ketik di google, “ayam gepuk pak gembus tangerang”, dan munculah yang terdekat dengan lokasi kami di Tangerang, di dekat kantor Samsat Tangerang. Thanks, Google!

Ayam Gepuk Pak Gembus-10.JPG

Balik lagi ke ayam gepuk ini, yang special menurut kami sih sambalnya, sambal bawang. Kenapa sambalnya special? Karena tingkat kepedasannya bisa ditentukan sama si pembeli, mau yang gak pedas, pedas, atau pedasnya gak kira-kira kayak yang Kak Ria makan. Jadi sambal baru akan dibuat setelah si pembeli pesan makanannya. Itu juga yang bikin kami jadi ngerasa tenang makan sambalnya di saat-saat dimana harga cabe lagi mahal begini, cabenya keliatan utuh, menor-menor dan segar.

Ayam Gepuk Pak Gembus-12

Kami menunggu sekitar 10 menit, kemudian sepiring nasi ayam gepuk siap disantap. Sekilas seperti ayam goreng pada umumnya, ayamnya memang diungkep terlebih dahulu lalu digoreng, seperti biasa. Lalu ayam goreng tersebut agak digeprek dan dilumuri sambal bawang tadi.

ayam-gepuk-pak-gembus-2

Sama seperti yang kami tonton di video Kak Ria, sambal mereka unik karena pakai kacang mede. Ada manis-manisnya! Dan sambal ini bukan sambal yang digoreng atau dimasak tapi mentah, semua bahan diulek kemudian disiram minyak panas. Mungkin sama seperti proses pembuatan sambal matah. Bahan-bahannya sebenarnya simple, kacang medde, bawang putih, cabe rawit merah, minyak wijen, minyak panas, garam dan msg (mungkin ini yang bikin enak ya, gurih-gurih asin, ada msg nya, hahaha…)

Karena selera pedas kami berdua berbeda, maka level pedas sambal kami pedas dan pedas nyantai aja, hehehe… Ini yang punya aku, yang pedas dengan sepuluh cabai rawit merah. Ini keliatannya ya biasa aja sih dibanding yang dimakan sama vlogger-vlogger Youtube. Tapi, ini sudah pedas menurutku. Teman-teman kalautidak kuat pedas juga jangan dipaksakan. Soalnya cabenya mahal, wkwkwkwkwkwk…

Dan yang ini punya Angga yang pedas cemen, huahahahaha… Cabenya tiga aja, takutnya nangis kepedesan!

Pertama kali liat sambal ini, ngeri-ngeri sedap. Kami coba sambalnya pertama-tama. Pedas banget! Pedas, asin, gurih dan manis, dan berminyak. Mantap pokoknya! Lalu kami mencoba ayamnya, bumbunya meresap, dan kulit ayam cukup garing. Rasa ayam gorengnya asin, dan gurih. Teksturnya pun lembut, tidak keras. Jika kalian suka kol goreng, maka bisa direquest ke mbak nya. Pertama kali kami makan di sini kami makan dengan kol goreng. Namun kol gorengnya greasy, berminyak, bukan favorit aku dan Angga. Jadi kedua kali kami makan di sini kami minta kol nya sebagai lalapan aja.

Ayam Gepuk Pak Gembus-16

Suapan pertama oke, kedua, ketiga, keempat, kelima… Lama-lama kepanasan, mulut terasa terbakar dan keringat ngalir terus, basah sampai ke ubun-ubun. Pedasss!!!! Rasa sambalku cenderung pedas, asin dan gurih.Yang punya Angga juga pedas tapi ada rasa manis yang lebih kuat dari kacang medenya, jadi rasa cabainya agak kalah.

Ayam Gepuk Pak Gembus-15

Kalau aku sih si penggemar pedas suka banget makan ayam goreng ini, apalagi sambalnya juga gak pake terasi. Tapi Angga yang bukan penggemar sambal, dia kurang suka. Menurut dia kol dan sambal juga berminyak, makanan yang dia kurang suka, kacang mede dan cabe juga menurut dia misah rasanya gak ngeblend. Apalagi usai makan, dia bilang perutnya panas. Untuk ayamnya sih lumayan oke, enak! Harga ayamnya juga affordable, masih masuk kantong. Enak dan murah. Kami merekomendasikan tempat ini kalau teman-teman mau coba makan ayam dengan sambal yang super pedas.

Ayam Gepuk Pak Gembus-9

Kalau malas jalan juga bisa kok pakai GoFood atau GrabFood. Pas kami ke sini ada beberapa mas Gojek yang mesan makanan di sini. Gerai Ayam Pak Gembus ini ada di banyak tempat cabangnya. Dan, ternyata pemilik Franchise Ayam Goreng ini juga masih seumuran kami.

Ohya, kami sempat ngobrol-ngobrol sama mbaknya yang di sini, berapa jumlah cabai terbanyak yang pernah diminta pelanggan? Katanya sih 150 butir cabai, hahaha… Tapi pelanggan itu pesan ayamnya buat dibawa pulang. Tega ya yang mesen sampai begitu, kan pegel tangannya si mbak ngulek, hahaha! Kalau mau mesen sambal dengan cabai di atas 40 butir, dikenakan biaya tambahan. Tapi sekali lagi ya jangan dipaksakan ya kalau gak kuat pedas, nanti kalau sampai sakit perut kan bukan malah nikmat malah jadi cari susah sendiri.

Untuk kalian yang pecinta makanan pedas, Ayam Gepuk Pak Gembus ini wajib dicoba!!!

Iklan

2 Comments Add yours

  1. Fina berkata:

    kami ingin kenal lebih jauh siapa tau bisa pranchice

    Suka

    1. petualangcemen berkata:

      Mohon maaf sebelumnya, Mba. Kami hanya review saja dan ini juga bukan promosi. Tapi mungkin Mba bisa buka link ini…
      http://www.ayamgepukpakgembus.com/index.php/peluang-frenchise

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s