Weekend Tak Terlupakan di Pondok Rasamala, Bogor

Kami suka banget jalan-jalan, tapi lebih suka lagi kalo jalan-jalannya bareng temen atau keluarga. Karena, gak ada loe gak rame… hehehehe…

rasamala-35

Arrange jalan-jalan kali ini sih udah dari bulan September, tapi baru bisa pergi akhir November kemarin. Karena banyak yang ikut jadi saling cocokkin jadwal masing-masing. Btw, ini trip pertama dengan peserta terbanyak yang kami arrange, fiuuuhhh! Tapi semua kekesalan dan kecapekan terbayarkan dan kami happy banget jalan-jalan kali ini.

Perjalanan kami kali ini juga terinspirasi dari blognya Mas Cumi. Kayaknya penginapannya bagus gitu, pemandangannya ijo-ijo bikin seger mata. Awalnya mau glamping-an, eh full keburu dibooking sama Pertamina. Akkkggghhh, sebel banget! Akhirnya yasudahlah ngalah aja, kami memutuskan bermalam di Villa.

rasamala-12

Butuh waktu sekitar 3-4 jam berkendara dari Tangerang ke kawasan Gunung Halimun Bogor. Kalau jalannya lancar sih, 2,5 jam juga bisa sampai sana. Buat aku ini kali kedua ke Gunung Halimun ini, tapi buat Angga ini kali ketiga. Walau begitu, kami sempat beberapa kali agak linglung mau lewat jalan mana, tapi akhirnya kami sampai juga di tujuan dengan selamat!

Jalan-jalan kali ini sih niat banget deh. Barang bawaannya sejibun, mulai dari bed cover, rice cooker, kompor portable, sama piring panci mangkok dan sebagainya. Tapi niat mau bikin makan siang di sana kandas karena pas kami sampai pukul 11, kami masih belum bisa check-in. Akhirnya kami makan di warung yang letaknya tidak jauh dari penginapan.

rasamala

Sambil nunggu makanan siap, eh malah hujan cukup  deras. Ditambah lagi kabut yang tebel banget! Niat mau makan siang bareng aja gagal. Eh ditambah kabut tebal, sempet ciut karena kami pikir akan gagal mau trekking ke air terjunnya. Tapi, doa kami dikabulkan, usai makan kabut sirna dan hujan agak reda. Akhirnya kami kembali ke penginapan dan menurunkan barang-barang yang kami bawa ke penginapan.

Oh ya, kamar yang kami pesan ini tipe Illegole seharga 1.650.000 per malam. Ada dua kamar, 1 ruang keluarga, 1 kamar mandi dan juga ada dapurnya. Namun walau ada dapur, peralatan mereka kurang lengkap, jadi alat-alat makan, alat masak dan rice cooker kami tetap bawa dari rumah. Info dari Pondok Rasamala kamar ini bisa memuat hingga 15 orang, namun pastikan sudah memesan extra bed sebelumnya. Pada saat kami menginap kemarin ternyata kami kehabisan extra bed, gawat banget kan kalau sampai begini. Jika ingin booking, silakan kontak ke nomor atau email mereka di sini.

Ko William dan Iren tidak ikut trekking kali ini, karena mereka agak lelah usai perjalanan tadi. Curug yang kami kunjungi kali ini adalah Curug Pangeran. Sebelum balik dari warung tadi, kami tanya-tanya sama si Ibu  pemilik warung, Curug apa yang dekat dan pemandangannya bagus. Nah, Curug Pangeran ini salah satu opsi. Hanya berjalan sekitar 30-60 menit dari penginapan kami (kalau yang lain 30 menit, aku 60 menit, hehe…).

rasamala-13

Jalannya memang agak menanjak tapi jalannya sudah bagus dan tidak begitu susah medannya. Pas dijalanan kami sempat bertemu sekumpulan anak kecil yang unyu-unyu terus ajak mereka foto bareng. Say, Cheese!

rasamala-25

rasamala-24

Menurut Ibu pemilik warung, Curug Pangeran ini paling atas jadi airnya lebih enak kalau dipakai untuk berenang, lebih bersih. Pas hampir sampai kami disuguhkan pemandangan yang seperti ini. Airnya bening banget dan suasana di sekitarnya juga hijau, sangat asri, tidak banyak sampah juga di sini. Namun, karena cuacanya habis hujan, jadi udaranya dingin banget.

rasamala-14

Semua seru-seruan mandi kecuali aku, Candika dan Angga. Aku dan Candika gak mau basah-basahan, kalau Angga karena dia moto, susah kan motonya kalau basah-basahan.

Ini foto-foto keseruan kami di Curug Pangeran, yeayyy!!!

Sorenya kami makan ala-ala masakan Jepang, hotpot sama Yakiniku. Sayuran dan daging sudah aku siapkan dari rumah. Di sana, aku dibantu pasukan wanita yang setia untuk menyiapkannya, hahaa… Akhirnya makanan-makanan ini kami eksekusi juga! Mari makaaaannn…

Butuh waktu 1,5 jam untuk habiskan makanan ini semua. Yang pasti kami kenyang banget dan puas, walau mangkuk kami ukuran kecil tapi tenang aja, bisa refill berkali-kali, hahaha…

Malamnya, kami main kartu bareng aja sambil makan pisang goreng dan wedang jahe. Udara malam di gunung Halimun cukup dingin, jadi kalau tidak kuat dingin seperti aku bawa jaket ya biar gak kedinginan. Main kartu sampai lupa waktu sambil haha hihi bareng, seru banget pokoknya. Maknyus banget deh jalan-jalan kali ini.

Kami bangun jam 5an, masih agak gelap dan dingin. Malamnya kami tidur cukup nyenyak, tidak terbangun atau terjaga. Hanya saja ada sedikit issue, ada “suara-suara aneh yang familiar” yang kadang membuat sebagian dari kami terjaga, hehehehe… hayo ngaku, suara siapaa…

Karena tidak dapat sarapan dari penginapan, kami menyiapkan sarapan sendiri. Usai sarapan kami trekking lagi ke Curug Goa Lumut, jaraknya juga dekat dengan penginapan. Hanya 30 menit berjalan kaki.

Suasana di Curug Goa Lumut agak berbeda dengan Curug Pangeran yang kami kunjungi hari sebelumnya.  Kalau Curug Pangeran jalannya cenderung menanjak, Curug Goa Lumut ini cenderung menurun. Jadi kami menuruni tangga untuk mencapai Curug. Treknya lebih pendek, tangganya pun rapi dibuat. Aku pribadi suka Curug ini, di kanan kiri ada tebing-tebing hijau yang sangat asri. Mungkin karena masih pagi jadi pohon-pohon berwarna lebih hijau pekat, menimbulkan kesan bahwa kami sedang di Goa, padahal bukan.

rasamala-31

Di dekat air terjun banyak lumut, mungkin karena ini makanya disebut Curug Goa Lumut. Di bagian belakang air terjun juga ada cekungan kecil yang menyerupai Goa.

rasamala-32

Di sini, kami berenang lagi, dingin banget… Tapi, seru… aliran sungai di sini juga tidak dalam dan tidak terlalu deras, jadi bisa main ke trek sungainya juga kalau mau. Ko William dan Iren juga ikut trekking kali ini, malahan Ko William ikut berenang juga! Brrrr… dingin banget yak!

Usai main kami kembali ke penginapan dan berkemas untuk pulang. Karena masih ada sisa sayur dan daging, jadi kami masak sebentar untuk makan siang. Biar lebih hemat juga, sih, hehehehe…

Overall review kami tentang menginap di Pondok Rasamala, tempatnya bersih, nyaman dan hijau. Kami suka penataan taman yang ditata sedemikian rupa dan apik. Lokasinya pun cukup berdekatan dengan beberapa curug, jadi tidak perlu repot-repot pindah dengan menggunakan mobil. Untuk fasilitas dapur memang agak kurang lengkap, jadi pastikan untuk membawa alat-alat makan dan masak jika ingin memasak makanan sendiri. Hanya saja, kami cukup kecewa dengan pelayanan di Pondok Rasamala, karena pada saat awal booking kami sebenarnya memesan glamping dan sudah konfirmasi oke, namun tiba-tiba pihak Pondok Rasamala mengatakan sudah full booked?!!?! Dan ada satu hal lagi, jangan lupa untuk meminta ekstra bed pada saat booking, agar tidak kehabisan.

Jalan-jalan kali ini sangat seru. Kami bahagia bisa bertemu banyak teman baru dan memperkuat tali persaudaraan dan persahabatan. Ohya, kami juga berasal dari tempat dan agama yang berbeda-beda. Teman yang baik adalah teman yang peduli, dan tidak membedakan asal asul suku ataupun agama mu. Mereka berjalan bersama, saling mengerti, mendukung dan juga menyokong satu sama lain.

You ROCK, guys! Let’s plan another trip!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s