Pengalengan, Kota Kecil Cantik di Bandung Selatan

Jika disuruh memilih antara wisata kota atau alam, kami lebih menyukai suasana alam. Terasa lebih tenang, dan damai. Tidak terdengar suara bising kendaraan, udara yang bersih, orang desa yang ramah menyapa, apa yang kita perlukan lagi?

pangalengan-2

Jika kalian suka wisata alam yang agak jauh dari perkotaan, Pengalengan bisa jadi pilihan. Pengalengan, kota kecil di sudut Bandung Selatan. Membutuhkan waktu sekitar 2 jam berkendara dari pusat kota Bandung. Waktu itu kami jalan sekitar pukul 5 pagi dari dekat pusat Kota Tangerang, dan tiba di lokasi sekitar pukul 8 pagi. Pada saat itu sedang Hari Raya dan kebanyakan warga sedang melakukan shalat Ied, jadi cenderung sepi.

Jalan yang kami tempuh tidak terlalu banyak tanjakan seperti jalan menuju Ciwidey, namun berkelok-kelok. Pemandangan sepanjang jalan cukup menyegarkan mata, terlihat perkebunan sayuran warga dan juga sesekali kami melihat bukit dan gunung dihiasi hijaunya pepohonan. Terdapat cukup banyak warga yang menjual hasil kebunnya seperti tomat dan alpukat. Selain itu kami juga melihat cukup banyak penjual kerupuk pasir.

Kami sempat membaca beberapa referensi tentang penginapan di sekitar Pengalengan dan kami memilih di Wisma Malabar milik PT. Perkebunan Nusantara VIII – Malabar. Tidak sulit untuk mencapai lokasi ini, cukup mengikuti petunjuk di Google Maps. Jika sudah tiba di depan pintu gerbang perkebunan teh, belok ke kanan dan ikuti jalan. Sepanjang perjalanan ini nanti akan melewati makam K. A. R. Bosscha dan kebun teh tua yang kabarnya merupakan pohon-pohon teh pertama di perkebunan ini. Keduanya merupakan daya tarik wisata tempat ini namun sayang kami tidak ke sini.

makam.jpg
Wisata Sejarah Makam Bosscha, Photo taken from here.
screenshot_2016-09-15-16-32-23-143
Kebun Teh Tua Malabar, Photo taken from here
pangalengan-5
Sepanjang jalan kebun teh Malabar
pangalengan-19
Wisma Malabar terletak di sebelah kanan jalan setelah melewati gerbang ini.

Suasana agak berbeda ketika memasuki wisma. Ada rumah tua tempat Bosscha dulu tinggal. Masih terawat hingga sekarang.

pangalengan-3
Wisma Bosscha

Harga penginapan yang kami sewa Rp. 1.250.000 per malam pada liburan Hari Idul Fitri 2016. Satu villa memiliki 2 kamar, 1 kamar dengan double bed dan satu kamar dengan single bed. Jika butuh peralatan dapur bisa minta dengan penjaga villa. Selimut sudah disediakan, namun jika tidak kuat dingin seperti kami, kami sarankan untuk membawa selimut dari rumah. Kami tidur 2 malam di sini sampai gak bisa tidur karena kedinginan, hehehe…

pangalengan
Villa Malabar

Pada saat malam hari jika langit sedang cerah, kita dapat melihat bintang-bintang bertaburan. Ohya, Pengalengan ini cenderung sepi dan jarang sekali terdapat restoran atau rumah makan. Waktu kemarin kami bawa bekal dan masak di sana, jadi tidak perlu repot keluar cari makan.

pangalengan-4
Suasana Villa di malam hari.

Bisa foto Milky Way juga kalau beruntung dengan kamera yang mumpuni juga, ya!

pangalengan-20

Cukup banyak aktivitas yang bisa dilakukan di Pengalengan ini. Pada sore hari, kami sempat mandi di pemandian Tirta Camelia. Jarak dari penginapan ke pemandian air panas kira-kira 20 menit berkendara. Sebenarnya masih dalam kawasan kebun teh. Hanya saja, jalan masuknya agak kecil dan belum diaspal. Suasana kolam memang tidak keliatan “wah”, tapi menurut kami sudah cukup. Harga tiket masuk per orang hanya Rp. 9.000 dan airnya hangat. Cukup menyenangkan bisa berendam di sini sore hari.

tirta-camelia
Picture Taken from here

Kegiatan di pagi hari bisa tea walk, keliling kebun teh. Pemandangan sekitar penginapan cantik sekali. Sesekali kami melihat burung elang yang terbang rendah berpindah dari pohon ke pohon. Cukup keluar dari pintu gerbang, bisa masuk ke kebun teh dan kebun sayur sambil menghirup udara pagi.

pangalengan-16
Pagi hari di kebun Teh Malabar

Kegiatan lainnya yang cukup menarik yaitu ke Bukit Nini. Jika bisa bangun pagi, usahakan bangun pagi jadi bisa melihat sunrise. Namun kami tidak sanggup, hehehe. Masih bisa bangun jam 6 saja sudah ucap syukur. Udaranya dingin banget!

pangalengan-7
Trekking Bukit Nini

Tidak perlu khawatir bagi yang tidak suka berolahraga, karena jalur trekking sangat mudah dan juga landai. Jalannya baru agak sedikit menanjak ketika hampir mencapai puncak bukit. Waktu tempuh kira-kira memakan waktu 1-2 jam, tergantung seberapa cepat berjalan dan seberapa lama juga sih sesi foto-fotonya, hehehe… Ohya, kabarnya Bosscha jatuh dari kuda di sekitar Bukit Nini pada saat sedang mengawasi kebun teh, kemudian jatuh sakit dan meninggal.

pangalengan-9
Pemandangan selama trekking ke Bukit Nini

Pemandangan sepanjang trekking ke Bukit Nini cantik banget, kami juga melewati kebun sayur seperti labu siam, kol dan tomat. Segar banget liatnya!

pangalengan-6

Ohya, jangan lupa bawa uang ya kalau ke sini. Kami jalan berlima padahal waktu itu, tapi gak ada satupun dari kami yang bawa uang. Sebenarnya sih tidak pakai tiket masuk. Namun sewaktu di atas ada Bapak-Bapak yang jaga dan minta uang bersih-bersih. Tapi berhubung kami gak bawa uang yaudah deh kami gak bisa kasih. Kalau pas ke sini dan ada Bapak ini, bisa tanya-tanya juga tentang sejarah di sekitar Pengalengan ini. Berikut pemandangan yang terlihat dari atas Bukit.

pangalengan-10
Puncak Bukit Nini!

pangalengan-17

pangalengan-13
Foto Makam Mbah Jangkung
pangalengan-12
Situ Cileunca

Menurut info dari si Bapak, rumah untuk para pekerja kebun teh disediakan oleh Bosscha sejak dulu. Namun pada jaman dulu rumah-rumah dicat hitam, sengaja dilakukan untuk mengelabuhi musuh. Ada satu rumah masih bercat hitam, dan kadang suka dikunjungi fotografer sebagai spot fotografi.

pangalengan-11
Rumah pekerja kebun teh

pangalengan-14

Ohya, ini foto Rumah Hitam yang kami ambil dari blog lain.

statik-tempo-co
Rumah Hitam

Selain kegiatan yang kami lakukan di atas, ada beberapa hal yang bisa dilakukan di Pengalengan ini:

  1. Mengunjungi Pabrik Teh
  2. Wisata Situ Cileunca
  3. Tea Walk di Perkebunan Teh Cukul
  4. Ngopi asyik di kebun Teh Pengalengan
  5. Rafting
  6. Mengunjungi sentra susu KPBS
  7. Belanja oleh-oleh hasil bumi Pengelangan, panganan susu, kopi dan teh

Liburan bersama keluarga di Pengalengan ini sangat berkesan bagi kami. Kami suka suasana di sini yang cenderung sepi dan juga tenang. Udaranyanya pun terasa sejuk dan bersih. Jika ada kesampatan di lain waktu, kami ingin ke sini lagi dan mencoba melakukan kegiatan seru lainnya di Pengalengan!

Setelah kami dengan kisah tentang Bosscha dari penduduk sekitar, ada sedikit gambaran bahwa beliau ini dihormati pada masanya dan masyarakat senang karena kebaikan hatinya. Jika tertarik dengan sejarah Bosscha, bisa mengunjungi situs ini.

Kututup kedua mataku, kicauan burung terdengar dari jauh

Sambil kudengar senandung kisah kompeni itu

Sekilas terbayang senyumnya di pikiranku

Dengan kuda gagahnya, mengawasi permadani nan hijau luas

Sirna raganya sudah,  namun tetap kurasakan cintanya

Cintanya pada bumi Indonesia

Puisi untuk Alm. Karel Albert Rudolf Bosscha (15 Mei 1865 – 26 November 1928)

405px-collectie_tropenmuseum_studioportret_van_de_heer_k-a-r-_bosscha_tmnr_10018605
Alm. KAR Bosscha
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s