Berburu Kue Bulan di Glodok

Sewaktu liburan kemarin tanggal 10-12 September 2016 kami gak ada ide mau pergi kemana seperti biasanya, jadi di rumah aja. Tiba-tiba mamaku telpon minta tolong beliin kue bulan di Glodok. Aduh, jauh banget beli kue bulan sampai ke Glodok, kayak di Tangerang gak ada yang jual?!?!?! Tapi walau begitu, kami gak pernah bosan jalan dan jajan di Glodok. Pasar tradisional selalu nyenengin sih buat kami. Mau pasarnya becek atau rapi, kami selalu suka suasana pasar.

Memakan waktu kira-kira 2 jam dari stasiun Tangerang ke Stasiun Kota, dengan harga tiket Rp.3000. Dari Stasiun Tangerang, kami menuju Stasiun Duri kemudian pindah kereta ke arah Stasiun Kampung Bandan. Setelah itu pindah kereta lagi dan turun di Stasiun Kota.

Pernah baca artikel di media sosial kalau naik KRL di Indonesia berasa seperti di arena Hunger Games? Hahahaha… Sepertinya memang demikian. Makin lama KRL juga makin meningkat peminatnya. Namun sayang, jadwal antar perpindahan kereta masih belum terintegrasi dengan baik. Jadi seringkali, kami menunggu lama di dalam kereta hanya untuk “parkir” di Stasiun yang dilewati. Belum lagi kadang bisa menunggu lama untuk menunggu kereta datang. Semoga ke depannya bisa lebih baik!

glodok-petak-9-23
Stasiun Jakarta Kota

Kali ini aku dan suamiku jalan ditemenin adeku, Iyan. Karena total kue bulan yang kami mau beli sekitar 22 buah. Jadi dia bisa bantuin kami bawa, hehehe… Sekalian ajak main juga.

glodok-petak-9
Mejeng dulu bentar, hehehe….

Dari Stasiun Kota perjalanan bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki, naik bajaj, taksi, ojek online atau taxi online. Awalnya kami mau coba naik taksi Uber, eh sulit banget ternyata. Mau parkir aja sulit karena penuh dan macet. Akhirnya kami cancel saja. Sekedar saran, kalau tidak suka jalan kaki, mungkin opsi naik bajaj bisa dicoba.

glodok-petak-9-2
Suasana Jalan Raya dekat Stasiun Kota

Di sepanjang jalan menuju Pasar Glodok, banyak terdapat pelukis jalanan. Karyanya bagus-bagus, lho!

glodok-petak-9-11

glodok-petak-9-4

glodok-petak-9-3

Tidak perlu lama berjalan kaki, hanya sekitar 20 menit dari Stasiun Kota dan kami akhirnya sampai di Pasar Glodok.

glodok-petak-9-5
Restoran di sudut area Pecinan Glodok
glodok-petak-9-6
Banyak toko obat Chinese di sepanjang Pecinan Glodok
glodok-petak-9-7
Toko manisan dan cemilan banyak dijumpai di area Pecinan Glodok

Jam sudah menunjukkan pukul satu siang dan cacing-cacing di perut sudah memanggil. Akhirnya kami menuju Gang Gloria dan cari makan dulu. Banyak sekali penjual makanan di Gang Gloria ini, mulai dari Bakmi, Kuetiaw, Bakso Babi Goreng, Sekba/Bektim, Pi Oh (kura-kura), Nasi Campur dan lain-lain.

glodok-petak-9-26
Hiruk pikuk Gang Gloria, Glodok

Dari sekian banyak kios makanan, ada satu kios yang menarik ingin kami kunjungi, Kedai Kopi Tak Kie. Ehhm, sebenarnya sudah 2 kali kami mencari Kedai Kopi ini sampai keliling Petak Sembilan tapi belum ketemu, ternyata ada di sini!

glodok-petak-9-8
Kedai Kopi Es Tak Kie

Tapi kami ingin makan yang lain dulu, jadi kami pikir nanti saja lah habis makan. Sampai di ujung gang, ada semacam pujasera yang jual berbagai jenis makanan. Tapi ada yang agak menarik, Kari Lam Medan. Bisa pilih daging sapi atau ayam, dan juga nasi atau bihun. Kami mencoba keduanya, saya mencoba dengan bihun, dan Angga dengan nasi. Keduanya sama enaknya.

glodok-petak-9-9

glodok-petak-9-10
Walau terlihat serius, chef sekaligus pemilik kios Kari Lam ini sangat ramah, lho!

Seporsi kari ayam kampung dihargai seharga Rp. 40.000, dan kari sapi seharga Rp. 42.000 beserta nasi atau bihun. Kari disajikan begitu saja dengan beberapa potongan kentang tanpa adanya tambahan topping. Aroma rempah tercium kuat di kari ini, terutama rempah kering. Ada aroma ketumbar dan kapulaga yang agak dominan, berbaur selaras dengan rempah lainnya. Sekilas terlihat cukup pekat dan kental. Namun suapan pertama kami berkata lain.  Walau aroma bumbu sangat tercium harum, namun rasanya sangat ringan dan sangat nyaman di lidah. Tidak pekat dan tidak encer, sangat pas. Dominan terasa asin namun tidak terlalu kuat, hanya tipis dan sangat pas. Terasa gurih dari kaldu (bukan MSG), dan ada sedikit penambahan gula yang tidak dominan. Untuk dagingnya kami tidak perlu tenaga ekstra untuk mengunyah karena sepertinya kari dimasak berjam-jam dengan api kecil sehingga menghasilkan tekstur yang sangat lembut namun tidak rapuh. Bagi kami rasanya benar-benar pas hingga kami sulit untuk mencari kesalahan makanan ini.

glodok-petak-9-24
Semangkung Kari Lam Ayam

Seusai mencicipi Kari, kami kembali ke Kedai Kopi namun sayang sudah tutup. Kami sarankan jika ingin ke kedai kopi ini, datanglah agak pagi.

Karena waktu sudah hampir sore, kami langsung menuju Toko Kue Bulan Fay Kie. Letaknya di Petak Sembilan, di seberang Gang Gloria. Selalu terasa special tiap kali menyusuri jalan ini.

glodok-petak-9-25
Petak Sembilan
glodok-petak-9-21
Indahnya lampion kecil yang menghiasi jalan.

Kira-kira berjalan 10 menit dari depan gang, akhirnya kami tiba di depan toko ini.

glodok-petak-9-12
Toko Kue Fay Kie

Toko Kue Bulan ini menjual berbagai macam kue bulan, namun favorit kami adalah yang berbentuk piah ini, terutama isi coklat dan biji jambu (kacang mede). Satu bulat kue bulan ini dihargai Rp. 30.000. Yang aku dengar Fay Kie ini katanya tadinya satu owner sama Sin Hap Hoat tapi terus pisah. Kalau buat kami, Sin Hap Hoat cenderung lebih manis, yang Fay Kie ini enak sih.

glodok-petak-9-15
Toko kue Fay Kie selalu ramai dikunjungi pembeli mendekati Festival Kue Bulan

glodok-petak-9-14

glodok-petak-9-13
Hiasan di toko Kue Fay Kie
glodok-petak-9-16
Kue Bulan Favorit!

Setelah beli kue bulan, pasti selalu mampir di Toko Kian ini.

glodok-petak-9-17
Toko Kian Petak Sembilan

Mereka jual berbagai jenis bahan makanan import. Aku suka lapar mata kalau ke sini. Mau cari bahan masakan apapun, hampir semua ada di toko ini. Bahkan kadang aku suka cari beberapa item gak ada di supermarket. Nah, di Toko Kian ini jual. Biasa kalau ke sini suka beli selasih, buah-buahan herbal kering (untuk minuman), bahan makanan Jepang. Kemarin itu sempat beli Kombu (dried sea kelp) sama shirataki noodle juga ada! Aku juga sempet liat konyaku yang biasa ada di shabu-shabu atau oden. Semua enak-enak! Maaf Angga, istrimu suka kalap.

glodok-petak-9-19

glodok-petak-9-18

glodok-petak-9-20
Sepertinya Iyan lelah, hahahaha…

Selesai belanja di Toko Kian ini, kami melewati Gang Gloria lagi, ternyata lebih dekat. Sambil jalan pulang, kami sempat memfoto penjual uang kuno, unik, ya!

glodok-petak-9-22
Penjual uang kuno.

Lalu melanjutkan pulang dengan naik KRL.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s